Hadir di Karawang, Bumdes dan Desa Smart Tekan Peran Tengkulak


  Rabu, 08 Februari 2017 Berita Dpekp

Peresmian BUMDesa Bersama se-Kabupaten Karawang dan soft launching Desa'Smart. Hadir Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Johozua M. Yoltuwu (tegah) didampingi Bupati Karawang Celica Nurhadiana (kerudung hijau) di Karawang, Senin 29 Agustus 2016. (PR)

Karawang - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa) meresmikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) se-Kabupaten Kerawang sekaligus soft launching Desa Smart.

"Peresmian ini langkah awal dalam meningkatkan kerja sama dalam usaha ekonomi desa di kawasan pedesaan," kata Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Johozua M. Yoltuwu, di sela peresmian di Karawang, Senin (29/8).

Dia mengatakan, Bumdes didirikan untuk mengurangi peran dan dominasi tengkulak, sekaligus melindungi ekonomi desa terhadap persaingan pemodal besar. "Bumdes yang kita resmikan ini masih pra-launching. Nanti akan ada peresmian secara nasional oleh Pak Menteri Desa," kata dia.

Dia mengatakan, Bumdes bersama ini akan menjadi sentra koordinasi untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi desa agar terbentuk jaringan pemberdayaan yang baik. "Kami juga akan kerja sama dengan Perum Pegadaian, kita minta Pegadaian masuk ke desa lewat produk-produknya seperti gadai emas, tabungan emas dan lain-lain," kata dia.

Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan Kementerian Desa Faizul Isom, mengatakan, Desa Smart merupakan tahapan awal untuk membentuk Bumdes yang seluruh sahamnya dimiliki oleh desa. "Desa Smart merupakan salah satu unit usaha Bumdes. Jadi separuh produk yang dipasarkan di Bumdes adalah produk dari teman-teman anggota Bumdes," kata dia.

Bupati Karawang Celica Nurhadiana mengatakan, pembangunan harus dilaksanakan dari desa ke kota. "Keberhasilan pembangunan pada dasarnya adalah pembangunan manusia dan ekonomi kerakyatan dimulai dari dana desa, dan alokasi dana desa," kata dia.

Dia mengatakan, Desa Smart diharapkan bisa menjadi desa yang melindungi ekonomi rakyatnya. Sampai akhir September 2016, pihaknya siap menghadirkan 20 Desa Smart di Karawang. "Sudah saatnya kita bersaing di tengah era globalisasi yang luar biasa," kata dia.