Ditjen PKP Gelar Webinar Series 4 "Geliat Wisata Kawasan Perdesaan di Era New Normal"


  Jumat, 28 Agustus 2020 Kegiatan Ditjenpkp

Jakarta - Pandemi Covid 19 telah memberikan dampak yang besar khususnya pada sektor pariwisata. Menyikapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan menggelar Webinar Series #4 dengan tema "Geliat Wisata Kawasan Perdesaan di Era New Normal (Tanangan dan Peluang)". (Kamis, 27/08/2020).

Kegiatan yang digelar secara virtual tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan, Harlina Sulistyorini dan dimoderatori oleh Kasubdit PSDAKP Wilayah II Ditjen PKP, Widarjanto. Hadir sebagai Talking Point Kasubdit PSDAKP Wilayah IV Ditjen PKP, Yudi Hermawan, mewakili Direktur PSDAKP, Mulyadin Malik.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Odo RM Manuhutu, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi; Yusdi, Dinas Pariwisata Raja Ampat; Fitri Ningrum, Founder CAVENTER Indonesia; dan Gunadi, Pelaku Usaha Bumdesma Sumber Alas Samudrawelo, Rembang.

Pada sambutannya, Dirjen PKP menyampaikan terdapat tiga poin yang menjadi kebijakan strategis dalam pembangunan kawasan perdesaan berbasis pengembangan masyarakat, yaitu Pendampingan, Pelatihan, dan Stimulan Usaha. Kemudian beliau menambahkan bahwa Ditjen PKP telah mengawal kebijakan pembangunan kawasan perdesaan mulai dari sisi perencanaan, persiapan, produksi, pasca panen, pengolahan, sampai distribusi pemasaran.

Pada Talking Point, Yudi Hermawan menyampaikan ada tiga strategi pengembangan destinasi wisata kawasan perdesaan yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas. Strategi tersebut dijalankan dengan tetap mematuhi beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, khususnya oleh Kementerian Pariwisata terkait adaptasi pariwisata di era new normal.

Odo RM Manuhu pada paparannya menyampaikan bahwa pandemi Covid 19 dapat dijadikan momentum bagi indonesia untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata (khususnya desa wisata) baik dari aspek Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas dan Fasilitas Keamanan serta Keselamatan.
Fitri Ningrum dalam paparannya menambahkan bahwa objek wisata tidak bisa berdiri sendiri, harus ada dukungan dari berbagai unsur untuk menghadapi tantangan yang ada. Peran Pokdarwis, Bumdes/Bumdesma, Pemerintah Desa dan berbagai macam elemen sangat penting. Pentingnya edukasi dan promosi yang efektif di era New Normal adalah dengan memanfaatkan media sosial seperti Instgram Live, Zoom dan Google Street View. Dengan media promosi tersebut maka pengelola usaha wisata dapat membranding dan mengemas object wisata untuk disampaikan kepada wisatawan.

Pada praktiknya, Raja Ampat dan Pariwisata di Kabupaten Rembang dapat dijadikan percontohan. Kedua objek wisata tersebut kini telah dibuka dengan mengutamakan protokol kesehatan. Hal itu dapat dilakukan dengan kolaborasi serta dukungan dari masyarakat lokal, satgas desa dan pemerintah daerah berupa regulasi terkait penganggulangan Covid-19 dan dengan menjalankan manajemen pengunjung dan menerapkan SOP kesehatan dengan baik.

#Salamkawasan